1. Jurnal [Kembali]

1. Jurnal [Kembali]

Jurnal Praktikum Pengukuran Besaran dan Rangkaian Listrik 

                                 MODUL 4 : 

                RLC SERI DAN RLC PARALEL

Nama                      : Vhira Rizky Dwi Putri

No.BP                     : 2410953026

Tanggal Praktikum : 27 Mei 2025

Asisten                    : Zulhadia

                                  Farel Aveldo


  1. RC Seri

 

Beban

V terukur

I terukur

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

6.07 V

0.2 mA

1.324 V

375.91 Ohm

Xb = 100 ohm

6.07 V

0.2 mA

1.325 V

375.91 Ohm

Xc = 10 uF

6.07 V

0.2 mA

5.38 V

375.91 Ohm




2.               RLC Seri

 

Beban

V terukur

I terukur

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

6.1 V

0.36 mA

0.005 V

333.5 Ohm

Xb = 1 mH

6.1 V

0.36 mA

6.09 V

333.5 Ohm

Xc = 10 uF

6.1 V

0.36 mA

0.005 V

333.5 Ohm




3.               RLC Paralel

 

Beban

V terukur

I terukur

11

12

13

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

4.96 V

0.27 mA

0.27 mA

0.27  mA

0.27 mA

4.96 V

0.314 Ohm

Xb = 1 mH

4.96 V

0.23 mA

0.23 mA

0.23 mA

0.23 mA

4.96 V

0.314 Ohm

Xc = 10 uF

4.96 V

0.21 mA

0.23 mA

0.21 mA

0.21 mA

4.96 V

0.314 Ohm

 

2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. RC Seri

a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.2

b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :

• Xa = 100 ohm

• Xb = 100 ohm

• Xc = 10 uF

c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit

d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang

ditentukan

e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal

g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RC


Prinsip kerja:                      

1. Rangkaian RC seri terdiri dari resistor (R) dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri

2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC

3. Resistor dan kapasitor dalam rangkaian RC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik (ripple) yang terjadi pada arus AC

4. Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada kapasitor, sementara kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC

2. RLC Seri

a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.4

b. Atur nilai beban R, L dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana

pada kit modul, nilai :

Xa = 100 ohm

Xb = L2 = 1 mH

Xc = 10 uF

c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk

rangkaian yang sudah ada pada module kit

d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang

ditentukan

e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat

pada jurnal

g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi

rangkaian RLC seri


Prinsip kerja:                               

1. Rangkaian RLC seri terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri

2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC

3. Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC

4. Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada induktor dan kapasitor, sementara induktor dan kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC.

3. RLC Paralel

a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.5

b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana

pada kit modul, nilai :

Xa = 100 ohm

Xb = 100 ohm

Xc = 100 ohm

c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk

rangkaian yang sudah ada pada module kit

d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang

ditentukan

e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan,

catat pada jurnal

g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi

rangkaian RLC paralel


Prinsip kerja:

1. Rangkaian RLC paralel terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara paralel

2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC

3. Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC paralel bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC

4. Resistor, induktor, dan kapasitor mempengaruhi arus yang mengalir melalui rangkaian ini.

3. Video Percobaan [Kembali]


https://youtu.be/mReEA3MjZ_c

4. Analisa[Kembali]

1. Analisa pengaruh R,L, dan C terhadap sudut fasa!
Jawab :

a. Resitor : tidak mempengaruhi sudut fasa, dalam resistor murni tegangan dan arus sefase (sudut fasa = 0°), tak adanya pergeseran waktu antara tegangan dan arus.
b. Induktor : arus tertinggal terhadap tegangan sebesar 90°, dalam induktor murni sudut fasanya +90°
c. Kapasitor : arus mendahului sebesai 90°, dalam kapasitor murni sudut fasanya -90°

Sudut fasa (φ) ditentukan oleh selisih antara reaktansi induktif XL
  • φ > 0: rangkaian bersifat induktif (V mendahului I).

  • φ < 0: rangkaian bersifat kapasitif (I mendahului V).

  • φ = 0: resonansi terjadi, tegangan sefase dengan arus.



2. Analisa Impedansi pada Rangkaian RC Seri
Jawab :
Impedansi pada rangkaian RC seri dinyatakan :
Impedansi ini memiliki sudut fasa negatif (φ), karena arus mendahului tegangan akibat sifat kapasitif. Semakin besar nilai kapasitansi (C) atau frekuensi, maka reaktansi kapasitif semakin kecil, menyebabkan sudut fasa semakin mendekati nol dan arus lebih sefase terhadap tegangan.


3. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Seri
Jawab :
Impedansi pada rangkaian RLC seri dinyatakan :

Impedansi ini memiliki sudut fasa (φ) tergantung pada selisih antara XL dan XC. Jika ωL>1ωC, rangkaian bersifat induktif (tegangan mendahului arus); jika ωL<1ωC, bersifat kapasitif (I mendahului V); dan saat ωL=1ωC, terjadi resonansi, di mana impedansi minimum dan arus sefase dengan tegangan.


4. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Paralel
Jawab :
Impedansi pada rangkaian RLC parallel dinyatakan :

Karakter impedansi tergantung pada hubungan antara ωC dan 1ωL. Jika ωC>1ωL, rangkaian bersifat kapasitif, jika sebaliknya, bersifat induktif. Pada kondisi resonansi paralel (ωC=1ωL), bagian imajiner admitansi menjadi nol, dan rangkaian bersifat resistif murni, menghasilkan impedansi maksimum dan arus total minimum.

5. Download File[Kembali]



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karakteristik Dioda

Tugas Pendahuluan & Kondisi

Operational Amplifier dan Filter