Kontrol Sun Tracker
Sun tracker adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mengarahkan panel surya agar selalu menghadap langsung ke sumber cahaya matahari, sehingga dapat memaksimalkan penyerapan energi dan meningkatkan efisiensi pembangkitan listrik tenaga surya. Sistem ini memerlukan sebuah mekanisme kontrol yang secara otomatis mengatur posisi panel sesuai dengan pergerakan matahari dari pagi hingga sore hari.
Kontrol sun tracker biasanya melibatkan penggunaan sensor cahaya seperti Light Dependent Resistor (LDR) untuk mendeteksi intensitas cahaya matahari di berbagai posisi. Data dari sensor tersebut kemudian diolah oleh mikrokontroler (seperti Arduino atau mikrokontroler lain) untuk menentukan arah pergerakan panel. Output kontrol ini menggerakkan aktuator, seperti motor servo atau motor DC, yang memindahkan posisi panel secara real time agar selalu optimal terhadap sinar matahari.
Memahami dan merangkai rangkaian Sun Tracker menggunakan proteus.
1. Resistor
2. Generator AC
6. LED
7. Generator DC
8. Op Amp
9. LM35
10. Baterai
Sun Tracker/Pelacak cahaya matahari
Pelacak mengarahkan panel surya atau modul ke arah matahari.
Perangkat ini mengubah orientasi mereka sepanjang hari untuk mengikuti
jalur matahari untuk memaksimalkan penangkapan energi. Pelacak surya
sumbu tunggal berputar pada satu sumbu bergerak bolak-balik dalam satu
arah.
Sensor LDR
Nilai resistansi LDR sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Semakin
banyak cahaya yang mengenainya, maka semakin menurun nilai
resitansinya. Sebaliknya, jika cahaya yang mengenainya sedikit (gelap),
maka nilai hambatannya menjadi semakin besar, sehingga arus listrik yang
mengalir akan terhambat.
- Tegangan maksimum (DC): 150V
- Konsumsi arus maksimum: 100mW
- Tingkatan Resistansi/Tahanan : 10Ω sampai 100KΩ
- Puncak spektral: 540nm (ukuran gelombang cahaya)
- Waktu Respon Sensor : 20ms – 30ms
- Suhu operasi: -30° Celsius – 70° Celcius
Karakteristik Sensor suhu IC LM35 adalah :
- Memiliki sensitivitas suhu, dengan faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mVolt/ºC, sehingga dapat dikalibrasi langsung dalam celcius.
-Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 ºC.
-Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC.
-Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt.
-Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 µA.
-Memiliki pemanasan sendiri yang rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC pada udara diam.
-Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA.
-Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar ± ¼ ºC.

-
Komparator non inverting
1.Non-Inverting ComparatorPada Non-Inverting Comparator, tegangan input dipasang pada saluran non-inverting (+) dan tegangan referensi pada saluran inverting (-).
Pada rangkaian Non-Inverting Comparator, jika Vin lebih besar dari Vref, maka tegangan output adalah +Vsat (mendekati tegangan +VCC). Jika Vin lebih kecil dari Vref, maka tegangan output adalah -Vsat (mendekati tegangan -VEE).
2.Inverting ComparatorPada Inverting Comparator tegangan input (Vin) dihubungkan pada saluran inverting (-) dan tegangan referensi (Vref) pada saluran non-inverting (+).
Tegangan referensi dapat menggunakan sumber catu daya tegangan konstan atau rangkaian pembagi tegangan.
Pada saat Vin lebih kecil dari Vref, tegangan output Vo adalah +Vsat (≈ +VCC). jika Vin lebih besar dari Vref, maka tegangan output adalah -Vsat (≈ +VEE).











Komentar
Posting Komentar