Kontrol Sun Tracker


1. Pendahuluan[Kembali]

Sun tracker adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mengarahkan panel surya agar selalu menghadap langsung ke sumber cahaya matahari, sehingga dapat memaksimalkan penyerapan energi dan meningkatkan efisiensi pembangkitan listrik tenaga surya. Sistem ini memerlukan sebuah mekanisme kontrol yang secara otomatis mengatur posisi panel sesuai dengan pergerakan matahari dari pagi hingga sore hari.

Kontrol sun tracker biasanya melibatkan penggunaan sensor cahaya seperti Light Dependent Resistor (LDR) untuk mendeteksi intensitas cahaya matahari di berbagai posisi. Data dari sensor tersebut kemudian diolah oleh mikrokontroler (seperti Arduino atau mikrokontroler lain) untuk menentukan arah pergerakan panel. Output kontrol ini menggerakkan aktuator, seperti motor servo atau motor DC, yang memindahkan posisi panel secara real time agar selalu optimal terhadap sinar matahari.

2. Tujuan[Kembali]

Memahami dan merangkai rangkaian Sun Tracker menggunakan proteus.

3. Alat dan Bahan[Kembali]

1. Resistor



2. Generator AC


·         3. Dioda




·         4.Motor AC




·         5.LDR




   6. LED



   7. Generator DC


    8. Op Amp




     9. LM35



10. Baterai

4. Dasar Teori[Kembali]

Sun Tracker/Pelacak cahaya matahari

    Pelacak mengarahkan panel surya atau modul ke arah matahari. Perangkat ini mengubah orientasi mereka sepanjang hari untuk mengikuti jalur matahari untuk memaksimalkan penangkapan energi. Pelacak surya sumbu tunggal berputar pada satu sumbu bergerak bolak-balik dalam satu arah.

     Sensor LDR
 
      Nilai resistansi LDR sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Semakin banyak cahaya yang mengenainya, maka semakin menurun nilai resitansinya. Sebaliknya, jika cahaya yang mengenainya sedikit (gelap), maka nilai hambatannya menjadi semakin besar, sehingga arus listrik yang mengalir akan terhambat.


Adapun spesifikasi atau karakteristrik umum dari sensor cahaya LDR adalah sebagai berikut :

    1. Tegangan maksimum (DC): 150V 
    2.  Konsumsi arus maksimum: 100mW 
    3. Tingkatan Resistansi/Tahanan : 10Ω sampai 100KΩ 
    4. Puncak spektral: 540nm (ukuran gelombang cahaya)
    5. Waktu Respon Sensor : 20ms – 30ms 
    6. Suhu operasi: -30° Celsius – 70° Celcius

    Grafik perubahan  resistansi terhadap cahaya
      LM35

     Sensor suhu IC LM 35 merupkan chip IC produksi Natioanal Semiconductor yang berfungsi untuk mengetahui temperature suatu objek atau ruangan dalam bentuk besaran elektrik, atau dapat juga di definisikan sebagai komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah perubahan temperature yang diterima dalam perubahan besaran elektrik. Sensor suhu IC LM35 dapat mengubah perubahan temperature menjadi perubahan tegangan pada bagian outputnya. Sensor suhu IC LM35 membutuhkan sumber tegangan DC +5 volt dan konsumsi arus DC sebesar 60 µA dalam beroperasi. Bentuk fisik sensor suhu LM 35 merupakan chip IC dengan kemasan yang berfariasi, pada umumnya kemasan sensor suhu LM35 adalah kemasan TO-92  seperti terlihat pada gambar dibawah.

    Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa sensor suhu IC LM35 pada dasarnya memiliki 3 pin yang berfungsi sebagai sumber supply tegangan DC +5 volt, sebagai pin output hasil penginderaan dalam bentuk perubahan tegangan DC pada Vout dan pin untuk Ground.

    Karakteristik Sensor suhu IC LM35 adalah :

        - Memiliki sensitivitas suhu, dengan faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mVolt/ºC, sehingga dapat dikalibrasi langsung dalam celcius.
        -Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 ºC.
        -Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC.
        -Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt.
        -Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 µA.
        -Memiliki pemanasan sendiri yang rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC pada udara diam.
        -Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA.
        -Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar ± ¼ ºC.

    Tabel karakteristik LM35:
                               
    Sensor suhu IC LM35 memiliki keakuratan tinggi dan mudah dalam perancangan jika dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, sensor suhu LM35 juga mempunyai keluaran impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dihubungkan dengan rangkaian kontrol khusus serta tidak memerlukan seting tambahan karena output dari sensor suhu LM35 memiliki karakter yang linier dengan perubahan 10mV/°C. Sensor suhu LM35 memiliki jangkauan pengukuran -55ºC hingga +150ºC dengan akurasi ±0.5ºC. Tegangan output sensor suhu IC LM35 dapat diformulasikan sebagai berikut :

    Vout LM35 = Temperature º x 10 mV
      Komparator non inverting

           Komparator adalah komponen elektronik yang berfungsi membandingkan dua nilai kemudian memberikan hasilnya, mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil.

     1.Non-Inverting Comparator
    Pada Non-Inverting Comparator, tegangan input dipasang pada saluran non-inverting (+)  dan tegangan referensi pada saluran inverting (-).
    Pada rangkaian Non-Inverting Comparator, jika Vin lebih besar dari Vref, maka tegangan output adalah +Vsat (mendekati tegangan +VCC). Jika Vin lebih kecil dari Vref, maka tegangan output adalah -Vsat (mendekati tegangan -VEE).

     2.Inverting Comparator
    Pada Inverting Comparator  tegangan input (Vin) dihubungkan pada saluran inverting  (-) dan tegangan referensi (Vref) pada saluran non-inverting (+).
    Tegangan referensi dapat menggunakan sumber catu daya tegangan konstan atau rangkaian pembagi tegangan.
    Pada saat Vin lebih kecil dari Vref, tegangan output Vo adalah +Vsat (≈ +VCC). jika Vin lebih besar dari Vref, maka tegangan output adalah -Vsat (≈ +VEE).
     

5. Percobaan[Kembali]

                                      

6. Link Download[Kembali]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karakteristik Dioda

Tugas Pendahuluan & Kondisi

Operational Amplifier dan Filter